Tapanuli Tengah, BonariNews.com — Upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, terus dikebut. Melalui program bakti sosial pada Minggu (15/2), jajaran kepolisian menyalurkan bantuan untuk rumah ibadah lintas agama sebagai bentuk perhatian dari Listyo Sigit Prabowo bagi masyarakat terdampak.
Di Kecamatan Tukka, Gereja GPP Estomihi di Kelurahan Sipange menerima 150 sak semen guna mendukung perbaikan struktur bangunan yang rusak akibat bencana. Pada saat bersamaan, Masjid Al-Huda di Kelurahan Hutanabolon mendapatkan 150 sak semen, karpet ibadah, Al Quran, dan perlengkapan sholat.
Beberapa rumah ibadah lain juga menjadi sasaran bantuan, termasuk Masjid As-Salamah dan Masjid As-Syuhada di Kecamatan Tukka yang memperoleh karpet, Al Quran, serta pakaian sholat agar aktivitas ibadah dapat kembali berjalan normal.
Di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Masjid Darussalam Al-Musafirin menerima 100 sak semen untuk mempercepat rehabilitasi bangunan. Sementara itu, di Kecamatan Barus, Masjid Al-Hidayah Ujung Batu mendapatkan 10 saf karpet, 80 sarung, 80 mukena, dan 80 Al Quran.
Kapolres Tapanuli Tengah Muhammad Alan Haikel menegaskan, bantuan ini bukan sekadar pemulihan bangunan, tetapi juga pemulihan moral dan kebersamaan masyarakat.
Ia menyampaikan, Polri hadir bagi seluruh umat tanpa membedakan latar belakang, dan bantuan lintas agama merupakan simbol komitmen untuk memperkuat harmoni di tengah masa pemulihan. Diharapkan, langkah ini mampu mempercepat bangkitnya kehidupan sosial serta aktivitas keagamaan warga di wilayah bencana.
Program ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat yang melihat langsung kerja nyata Polri dalam mendampingi pemulihan pascabencana. (Redaksi)
