Surabaya, BonariNews.com — Upaya Indonesia menuju kemandirian teknologi maritim memasuki babak baru. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) resmi menggandeng perusahaan teknologi nasional, PT Chroma International, dalam pengembangan Swimmer Thruster atau Unit Pendorong Penyelam (UPP) generasi baru.
Kolaborasi strategis ini dipertegas lewat penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kepala PRTH BRIN Teguh Muttaqie dan Direktur Utama PT Chroma International Dadang Furqon Erawan di Surabaya, Kamis (5/2). Program ini menjadi bagian dari inisiatif BRIN Goes to Industry—gerakan besar mempercepat hilirisasi inovasi nasional.
Teguh menjelaskan bahwa fokus riset terletak pada penyempurnaan sistem propulsi elektrik yang lebih efisien, aman, dan ergonomis untuk mendukung mobilitas penyelam di bawah air.
“Dengan keahlian hidrodinamika yang kami miliki, PRTH mengoptimalkan sistem propulsi agar lebih efisien dan aman, sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kontrol penyelam,” jelasnya.
UPP sendiri dirancang sebagai perangkat dorong bawah air berbasis sistem propulsi elektrik terintegrasi, yang digadang-gadang akan menjadi solusi mobilitas modern di lingkungan laut Indonesia.
Perekayasa Ahli Madya PRTH BRIN, Taufiq Arif Setyanto, mengungkapkan bahwa purwarupa UPP ditargetkan mampu bekerja efektif hingga 1 jam dengan kecepatan 3,5–4 knot. Kapabilitas ini sangat relevan dengan kebutuhan sektor pariwisata bahari, operasi pengawasan laut, hingga mendukung tugas-tugas strategis TNI Angkatan Laut.
Taufiq menjelaskan bahwa riset dilaksanakan melalui dua tahapan besar: persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap awal, tim melakukan studi literatur global, mengidentifikasi parameter teknis, dan menyiapkan material utama seperti propeller, ducted system, shafting, paket baterai, dan sistem elektronik kedap air.
Tahap pelaksanaan kemudian meliputi desain detail, simulasi numerik performa hidrodinamika, manufaktur komponen, perakitan sistem propulsi, hingga pengujian performa di lingkungan terkendali. Data pengujian digunakan sebagai dasar penyempurnaan sebelum masuk tahap hilirisasi.
“Setiap komponen divalidasi secara ilmiah untuk memastikan produk akhir benar-benar siap industri,” kata Taufiq.
Direktur Utama PT Chroma International, Dadang Furqon Erawan, menegaskan kesiapan perusahaannya mendukung manufaktur komponen, baterai, dan sistem elektronik kedap air.
“Kolaborasi ini bukan hanya riset, tetapi kami dorong hingga menjadi produk dalam negeri yang kompetitif,” ujarnya.
Sinergi antara kekuatan riset BRIN dan kapabilitas industri PT Chroma dinilai sebagai langkah konkret menuju kedaulatan teknologi maritim nasional. Swimmer Thruster ini diharapkan membuka peluang besar: dari pariwisata bahari, eksplorasi bawah laut, hingga penguatan sistem pertahanan Indonesia.
BRIN menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor inovasi strategis, memastikan teknologi maritim Indonesia mampu berdiri di panggung global. (Redaksi)
