Petualangan Valentine Tak Terduga: Cerita Seru Fieldtrip SD Lentera Nusa ke Kampung Ladang Outbound

Bagikan Artikel

Medan, BonariNews.com – Tidak semua Hari Valentine harus dirayakan dengan cokelat dan bunga. Bagi siswa-siswi SD Lentera Nusa, 14 Februari justru berubah menjadi hari penuh petualangan ketika mereka mengikuti fieldtrip ke Kampung Ladang Outbound, sebuah destinasi alam yang hanya berjarak pendek dari Kota Medan. Tanpa didampingi orangtua, anak-anak kelas 3 hingga 6 ini memulai perjalanan mereka dari halaman sekolah pukul delapan pagi dengan semangat yang tak kalah panas dari sinar matahari.

Perjalanan menuju Tanjung Anom terasa cepat. Dari jendela bus, pemandangan Jalan Jamin Ginting hingga kawasan Medan Tuntungan melintas seperti pengantar sebuah petualangan. Begitu tiba, hamparan hijau Kampung Ladang Outbond langsung menyambut: luas, asri, hijau, dan terasa seperti ruang bermain raksasa yang menunggu untuk dijelajahi.

Instruktur profesional sudah menanti rombongan sejak turun dari bus. Mereka mengajak anak-anak membentuk lingkaran, bernyanyi Abah Kabayan, lalu bergerak mengikuti alunan musik “Bola Bale’l” lagu pop dari Timur Nusantara. Hangatnya suasana membuat pagi itu berubah menjadi titik awal perjalanan yang jauh lebih seru dari ekspektasi.

Salah satu pengalaman tak terlupakan adalah memanah. Meski setiap siswa hanya diberi satu kesempatan, momen ketika busur ditarik dan anak panah melesat menuju target membuat jantung semua peserta berdegup lebih cepat. Beberapa berhasil mengenai papan sasaran, beberapa lain nyaris tepat. Namun semuanya sepakat: memanah itu mendebarkan.

Tantangan berikutnya jauh lebih kompleks. Impossible Tower, sebuah permainan yang meminta kerja sama penuh antaranggota kelompok. Lima pipa harus disusun menjadi menara menggunakan alat penjepit yang dikendalikan 15 anak sekaligus. Di sinilah kekompakan diuji. Empat pipa berhasil berdiri kokoh; namun saat pipa kelima hendak ditegakkan, menara justru ambruk. Ada yang berteriak kecewa, ada yang tertawa lepas. Meski gagal, semua belajar tentang ritme kerja, kesabaran, dan bagaimana sebuah tim tak selalu harus berhasil untuk bisa pulang membawa pelajaran.

Usai itu, petualangan masih berlanjut. Anak-anak bermain memantulkan bola, lalu bergantian menaiki sampan karet di kolam sedalam tiga meter. Dengan instruktur yang selalu mendampingi, kegiatan air ini menjadi pengalaman baru yang memicu adrenalin. Makan siang bersama mengisi energi mereka sebelum menuju permainan terakhir yang paling ramai: menangkap ikan mas dengan tangan kosong.

Suasana kolam mendadak seperti arena lomba. Ada yang berhasil menangkap ikan, ada yang hanya berhasil memegang ekornya sebelum ikan itu melesat kembali. Satu hal yang pasti, gelak tawa dan jeritan kaget bergema tanpa henti. Itulah puncak keseruan sebelum akhirnya anak-anak membersihkan diri, naik bus, dan kembali ke sekolah dengan wajah lelah namun hati penuh cerita yang akan mereka ingat lama.

Fieldtrip Valentine ini sangat seru. Selain sebuah perjalanan wisata, ia juga menjadi ruang belajar yang menghidupkan keberanian, kekompakan, dan kegembiraan. Hari yang awalnya biasa saja berubah menjadi kisah yang terus diceritakan sepanjang jalan pulang. (Gabriel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *