Bangun Budaya Asertif, BRIN Dorong Sivitas Miliki Kemampuan Komunikasi Efektif

Bagikan Artikel

Jakarta, BonariNews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Town Hall Sekretariat Utama bertema “Membangun Komunikasi Efektif, Sikap Adaptif, dan Inovatif dalam Era Transformasi” di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Jumat (13/2). Kegiatan ini menekankan pentingnya komunikasi asertif dan keterampilan personal sebagai fondasi keberhasilan organisasi di era transformasi.

CEO & Founder Ideas Consulting, Arih Budi Utomo, menyampaikan bahwa komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan perpaduan keterampilan personal dengan teknik penyampaian agar pesan diterima dengan efektif. Ia menekankan komunikasi asertif—kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas, percaya diri, dan tetap menghargai orang lain—sebagai tipe komunikasi yang dibutuhkan organisasi modern.

Arih juga menyoroti pentingnya unsur vokal dan bahasa tubuh dalam interaksi. Dalam empat detik pertama, intonasi suara menjadi penentu apakah seseorang dihormati. Empat elemen komunikasi diperkenalkan untuk praktik langsung: api untuk membangkitkan semangat, udara untuk storytelling, air untuk empati, dan bumi untuk situasi formal. Penggunaan gerakan tangan yang terkontrol juga menjadi kunci agar pesan persuasif namun tidak berlebihan.

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, menekankan, komunikasi efektif harus dipadukan dengan pemahaman substansi riset. “Kalau kita tidak memahami kebutuhan periset, masyarakat, dan industri, maka hasil riset tidak akan tersampaikan secara tepat. Standar komunikasi yang baik harus disertai akurasi informasi,” ujarnya. Amarulla juga menekankan pentingnya budaya kerja adaptif dan inovatif, serta dukungan manajemen agar peneliti dapat fokus pada riset tanpa terbebani administrasi.

Town Hall ini menjadi wadah penguatan mental, energi positif, dan keterampilan komunikasi bagi sivitas BRIN. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang unggul secara ilmiah sekaligus mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan berinovasi, sehingga riset yang dihasilkan relevan dan berdampak bagi masyarakat.

Penulis: Lindung Silaban
Editor: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *