Jakarta, BonariNews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat dan memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyaluran berbagai program pemerintah agar lebih tepat sasaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan basis data yang digunakan akurat, terkini, dan tepercaya.
DTSEN merupakan basis data tunggal yang mencatat kondisi sosial dan ekonomi individu serta keluarga di seluruh Indonesia. Data ini menggabungkan DTKS, Regsosek, dan P3KE, kemudian dipadankan dengan berbagai data administrasi lain untuk memberikan gambaran komprehensif terkait kesejahteraan masyarakat.
Hingga 23 Januari 2026, DTSEN mencatat 289.060.513 individu dan 95.006.179 keluarga, meningkat dibandingkan data per 3 Februari 2025. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan pentingnya pemutakhiran rutin, mengingat data penduduk bersifat dinamis. Pemutakhiran dilakukan melalui survei rumah tangga reguler, seperti Susenas dan Sakernas.
Setelah diperbarui, DTSEN diserahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Sosial, serta Kepala BPKP. Data ini selanjutnya digunakan kementerian dan lembaga terkait sebagai dasar penentuan penerima manfaat program, sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. (Redaksi)
