FKIP Unimof Dorong Transformasi Pembelajaran, Guru SMAN 1 Waigete Diperkenalkan STEM Berbasis AI

Bagikan Artikel

Sikka, BonariNews.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) terus memperkuat perannya dalam mendorong transformasi pendidikan di Kabupaten Sikka. Salah satu upaya konkret diwujudkan melalui Pelatihan Pembelajaran STEM Berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi guru SMA Negeri 1 Waigete, Senin (9/2/2026).

Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.15 WITA itu diikuti oleh 12 guru lintas mata pelajaran. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai alat bantu pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) agar proses belajar mengajar lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Ketua Tim Pelaksana, Zakaria Al Farizi, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa guru dituntut untuk siap beradaptasi dengan perubahan zaman. Integrasi AI dalam pembelajaran, menurutnya, bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Guru tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi secara tepat agar pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa,” ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif. Sejak awal, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan AI dalam pembelajaran di kelas.

Pada sesi inti, peserta dibagi ke dalam empat kelompok sesuai bidang keilmuan. Guru Biologi didampingi dosen Pendidikan Biologi Agustina Kiden Lewar, guru Fisika dibimbing Zakaria Al Farizi, M.Pd dan Muhammad Epi Rusdin, M.Pd, guru Kimia oleh Jayadin, M.Pd, serta guru Matematika oleh Dian Nan Brilliant, E.Mat.

Setiap kelompok melakukan praktik langsung pemanfaatan AI dalam pembelajaran STEM. Kelompok Fisika, misalnya, merancang lampu otomatis berbasis sensor ultrasonik sebagai contoh penerapan teknologi sederhana yang dapat diintegrasikan dalam proses belajar. Sementara itu, kelompok Biologi, Kimia, dan Matematika juga mengembangkan praktik pembelajaran inovatif sesuai bidang masing-masing.

Sepanjang kegiatan, diskusi aktif dan pertukaran pengalaman mewarnai pelatihan yang melibatkan empat tim pendamping dosen tersebut.

Salah satu peserta, Alforusus Wajo, S.Pd, guru Fisika SMAN 1 Waigete, mengapresiasi pelatihan ini. Ia menilai kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi para guru dalam memanfaatkan AI secara lebih optimal.

“Selama ini banyak guru masih terbatas menggunakan AI hanya untuk membuat soal atau mencari modul ajar. Pelatihan ini memberi gambaran bahwa AI bisa dimanfaatkan lebih luas dalam pembelajaran STEM,” katanya.

Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Muhammadiyah Maumere berharap para guru dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan tantangan masa depan.

Ke depan, para peserta juga berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi pendidikan di Kabupaten Sikka.

Penulis : Faidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *