Sikka, BonariNews.com – Kampus tidak selalu berbicara dari balik ruang kuliah. Di Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) memilih turun langsung ke desa dan sekolah, membawa gagasan kepemimpinan sekaligus metode pembelajaran matematika yang lebih dekat dengan dunia siswa.
Melalui rangkaian Bina Akrab, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar selama empat hari, Kamis–Minggu (5–8 Februari 2026), mahasiswa tidak hanya dilatih menjadi pemimpin organisasi, tetapi juga diuji kepeduliannya terhadap persoalan nyata pendidikan di masyarakat.
Kegiatan LDK yang dipusatkan di Desa Kolinggetung, Kecamatan Lela, diikuti oleh 10 mahasiswa Pendidikan Matematika.
Pelepasan peserta dilakukan secara resmi oleh Deputi Rektor UNIMOF, Ayahanda Drs. Daniel Fernandez, M.Si, dengan dihadiri Wakil Rektor II, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Dian Nan Brylliant, M.Mat, serta para dosen pendamping.
Dalam arahannya, Ayahanda Daniel Fernandez mengatakan, mahasiswa membawa identitas kampus di tengah masyarakat.
Etika, sopan santun, serta sikap menghargai kearifan lokal menjadi pesan utama yang harus dipegang selama kegiatan berlangsung.
Setibanya di lokasi, rangkaian kegiatan dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan penguatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
Salah satu materi utama disampaikan oleh Vinsensius Herianto Ndori, M.Pd dengan topik kepemimpinan beretika sebagai fondasi mahasiswa progresif dan berdampak sosial.
Menurutnya, kepemimpinan mahasiswa tidak boleh berhenti pada kemampuan mengatur kegiatan, tetapi harus tercermin dalam sikap tanggung jawab dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
“Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu memberi manfaat bagi lingkungannya,” tegasnya.
Pada hari berikutnya, mahasiswa mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan melalui diskusi kelompok, simulasi, dan latihan pengambilan keputusan.
Kegiatan ini dirancang untuk melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepekaan sosial mahasiswa sebagai calon pendidik.
Tidak berhenti pada penguatan internal, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIMOF juga melaksanakan dua kegiatan PKM yang menyasar langsung siswa sekolah di Kecamatan Lela.
PKM pertama digelar di SMP Negeri 1 Lela dengan tema “Boosting Math Practice Siswa melalui Inovasi Media KILAT (Kartu Bilangan Bulat)”.
Sekitar 40 siswa terlibat aktif dalam pembelajaran berbasis permainan edukatif yang membantu mereka memahami operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat secara lebih konkret.
Ketua Pelaksana PKM, Agnesia Bergita Anomeisa, M.Pd, menjelaskan bahwa pendekatan bermain sambil belajar mampu meningkatkan minat siswa terhadap matematika.
“Ketika matematika dikemas secara menyenangkan, siswa lebih berani mencoba dan tidak takut salah,” ujarnya.
PKM kedua dilaksanakan di SD Inpres Negeri LVI Patimoa dengan mengusung metode Matematika GASING berbasis Jarimatika dan Trik Hitung Cepat.
Sebanyak 43 siswa mengikuti pendampingan yang disesuaikan dengan jenjang kelas, mulai dari penggunaan jari sebagai alat bantu berhitung hingga strategi penyelesaian soal secara cepat dan efisien.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Dian Nan Brylliant, M.Mat, menegaskan bahwa pembelajaran inovatif menjadi kunci meningkatkan kepercayaan diri siswa.
“Matematika tidak harus menakutkan. Dengan metode yang tepat, siswa bisa belajar dengan lebih percaya diri dan aktif,” jelasnya.
Melalui rangkaian LDK dan PKM ini, UNIMOF menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga hadir memberi solusi pendidikan di tengah masyarakat.
Kolaborasi antara penguatan kepemimpinan mahasiswa dan pengabdian pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik yang adaptif, berkarakter, dan berdampak nyata.
Penulis : Faidin
