Ketua PWI Paluta ‘Geruduk’ Kampus Tertua di Paluta, Mahasiswa Tersentak: Ternyata Begini Dunia Jurnalistik yang Sebenarnya!

Bagikan Artikel

Paluta, BonariNews.com — Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Dirgahayu ke-80 PWI, suasana kampus STIT PL Gunungtua mendadak hidup. Organisasi wartawan tertua di Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Lawas Utara, hadir langsung menyapa mahasiswa dalam agenda *PWI Menyapa Campus* dan *Safari Jurnalistik*, Minggu (8/2).

Dipimpin Ketua PWI Paluta Tohong P. Harahap, rombongan PWI turun langsung door to door menyambangi lembaga pendidikan dan perguruan tinggi untuk menggugah generasi muda memahami dunia pers lebih dekat. Kedatangan PWI disambut antusias mahasiswa yang memenuhi ruangan.

“Fungsi pers itu salah satunya edukasi masyarakat. Datang ke kampus adalah cara kami berbagi ilmu dan menginspirasi,” ujar Ketua PWI Paluta Tohong P. Harahap, yang sekaligus memberikan banyak pencerahan soal dunia jurnalistik masa kini.

Dalam penyampaiannya, Tohong P. Harahap mengungkap fakta yang membuat mahasiswa terkejut: tidak semua wartawan otomatis tergabung dalam PWI.

“PWI itu sudah pasti wartawan. Tetapi wartawan belum tentu PWI, karena harus melalui jenjang dan UKW (Uji Kompetensi Wartawan),” tegas tokoh pers multitalenta ini.

Ia juga berharap jalinan hubungan harmonis antara PWI Paluta, generasi muda, dan pihak kampus semakin kuat demi meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi media di daerah.

Sementara itu, Ketua STIT PL Gunungtua Makmum Arrasid Siregar melalui PK III Syaiful Harahap menyampaikan apresiasi besar atas langkah PWI Paluta yang mau turun langsung memberi edukasi kepada mahasiswa.

“Ini pengalaman langka. Tidak semua mahasiswa berkesempatan mendapatkan ilmu langsung dari PWI. Tolong manfaatkan sebaik mungkin, karena pengetahuan jurnalistik ini bisa menjadi bekal masa depan,” tutur Syaiful.

Para mahasiswa mengaku terinspirasi dan semakin memahami pentingnya peran pers di era digital, terutama di tengah derasnya arus informasi yang membutuhkan kompetensi dan integritas. (TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *