Medan, BonariNews.com – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 memasuki hari keenam dengan catatan yang menggembirakan. Polda Sumatera Utara melaporkan tren penurunan kecelakaan lalu lintas yang cukup tajam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam laporan hingga 7 Februari 2026, jumlah kecelakaan turun dari 84 kasus menjadi 67 kasus—merosot sekitar 20 persen. Dampaknya terlihat pada penurunan jumlah korban: luka berat dari 26 menjadi 25 orang, dan luka ringan dari 101 menjadi 92 orang. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari pendekatan preventif dan edukatif yang menjadi fokus operasi tahun ini.
Di sisi penegakan hukum, tren serupa muncul. Hingga hari keenam, petugas mencatat 975 tindakan pelanggaran, jauh di bawah angka tahun lalu yang mencapai 2.701 kasus. Penurunan sekitar 64 persen ini didominasi teguran secara humanis, yang mencapai 894 kali. Penindakan melalui ETLE tercatat 20 kasus, sedangkan non-ETLE 56 kasus. Secara kumulatif, total penindakan enam hari mencapai 7.089 tindakan, sebagian besar berupa pembinaan.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah ramp check terhadap angkutan umum, travel, dan truk. Petugas memeriksa kelayakan teknis, kelengkapan dokumen, serta kondisi muatan untuk mencegah pelanggaran over dimension dan over loading. Sopir juga menjalani tes urin sebagai langkah pencegahan kecelakaan fatal. Pada hari keenam, petugas menindak satu travel yang tidak sesuai peruntukan dan empat pelanggaran ODOL. Totalnya hingga hari keenam mencapai 11 kasus.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menilai capaian ini sebagai sinyal positif. Menurutnya, tujuan utama operasi bukan mengejar angka penindakan, melainkan menyelamatkan nyawa. “Penurunan kecelakaan hingga 20 persen dan turunnya korban meninggal dunia hampir setengahnya adalah hasil kerja bersama. Edukasi dan pemeriksaan kendaraan tetap menjadi kunci,” ujarnya.
Ferry menambahkan, pengawasan terhadap sopir travel dan truk menjadi perhatian khusus karena kelalaian pengemudi sering memicu kecelakaan berat. Pendekatan preventif, katanya, akan terus diperkuat selama operasi berlangsung.
Dengan tren yang terus membaik, Operasi Keselamatan Toba 2026 diharapkan mampu menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas yang lebih kuat dan berkelanjutan di Sumatera Utara. (Lindung Silaban)
