Medan, BonariNews.com – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa ajang olahraga tak boleh berhenti pada urusan perebutan medali. Pesan itu ia sampaikan saat membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Funakoshi Karate Piala Danlanud Soewondo di GOR Basket Sioux, Lanud Soewondo, Medan, Sabtu (7/2/2026).
Di hadapan 415 atlet karate dari berbagai kabupaten/kota di Sumut, Bobby menyampaikan apresiasi sekaligus penekanan bahwa kejuaraan seperti ini seharusnya menjadi ruang pembinaan mental dan disiplin generasi muda.
“Kejuaraan bukan hanya sekadar untuk mendapat kemenangan atau piala, tapi banyak makna yang bisa kita ambil,” ujar Bobby.
Ia menyebut, Funakoshi Karate menjadi salah satu cabang yang mampu menanamkan karakter kuat sejak usia dini: sportivitas, ketekunan, dan kesiapan menghadapi tekanan. Karena itu, ia berharap kejuaraan serupa digelar rutin di seluruh Sumut sebagai bagian dari pembinaan menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin anak muda siap secara mental, fisik, dan punya kedisiplinan,” kata Bobby.
Tak sekadar memberi dukungan moral, Bobby juga mengumumkan penambahan hadiah untuk sejumlah kelas pertandingan. Keputusan itu langsung disambut tepuk tangan dari para atlet dan pelatih.
“Kalau boleh, untuk juara satu, dua, tiga di beberapa kelas nanti, kami dari provinsi menambah hadiahnya,” ujarnya.
Di tengah acara, Bobby menyampaikan empati kepada peserta dari wilayah terdampak bencana, seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Ia mengajak seluruh hadirin mendoakan agar masyarakat di daerah itu segera pulih.
Komandan Lanud Soewondo Tio Hutapea dalam sambutannya mengingatkan para atlet agar bertanding dengan semangat yang sama tingginya dengan rasa hormat antar-sesama.
“Junjung tinggi sportivitas. Kalian saudara dalam wadah olahraga,” kata Tio.
Acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut Mahfullah, serta Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga. (Lindung Silaban)
