Akselerasi Ekspor NTB: Duta Petani Milenial Dorong Produk Desa Menembus Pasar Global

Bagikan Artikel

Mataram, BonariNews.com – Generasi muda pertanian Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah ekspor. Duta Petani Milenial, bersama Punggawa Tani Indonesia, menghadiri program Desa Bisa Ekspor (DBE) Chapter Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kota Mataram, Kamis (5/2/2026). Agenda strategis ini digelar oleh Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, untuk mendorong komoditas lokal menembus pasar internasional.

Kehadiran Duta Petani Milenial diwakili oleh Muhammad Azwar Fuadi (Ketua Bidang SDM dan Regenerasi Petani) dan Febroni Purba (Ketua Bidang Humas, Media, dan Kerjasama). Mereka menegaskan peran generasi muda dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional, sekaligus menjadi motor penggerak produk desa yang mampu bersaing di pasar global.

Selama kegiatan, berbagai produk unggulan NTB dipamerkan, mulai dari Virgin Coconut Oil (VCO), kopi, olahan rempah seperti teh serai jahe, teh kelor, temulawak, hingga bunga telang dan rosela kering yang telah memenuhi standar internasional. Beberapa produk bahkan sudah menembus pasar Singapura melalui platform Peace Food.

Miftah Farid, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen PEN Kemendag, menyoroti potensi desa di NTB yang luar biasa. “Saat ini ada 2.500 desa yang masuk dalam program DBE. Produk pertanian kita mencatat pertumbuhan ekspor lebih dari 25% tahun lalu, dengan tren naik 8% per tahun,” ujarnya.

Beberapa komoditas unggulan NTB seperti mete, kemiri, porang, dan gula aren memiliki prospek cerah di pasar global, termasuk Amerika Serikat, ASEAN, Arab Saudi, China, India, Jepang, Eropa, Amerika Utara, dan Kanada. Program DBE menekankan enam pilar utama: pengembangan eksportir handal, standarisasi produk, integrasi teknologi, penguatan logistik, akses pembiayaan, dan promosi internasional.

“Target kita jelas, menciptakan ekosistem yang kuat agar produk baru dari desa-desa bisa terus merambah pasar dunia,” tegas Miftah.

Punggawa Tani Indonesia menjadi wadah bagi petani muda untuk mengembangkan unit bisnis strategis, inovasi produk, dan pertanian modern yang berdaya saing global. Kehadiran mereka dalam DBE NTB menunjukkan bahwa desa-desa Indonesia bukan sekadar penghasil bahan baku, tetapi juga produsen kelas dunia. (Lindung Silaban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *