Gayo Lues, BonariNews.com – Banjir bandang melanda Kabupaten Gayo Lues pada akhir November 2025 setelah cuaca ekstrem berlangsung hampir sepekan. Debit air yang tinggi membuat sungai dan daerah aliran sungai (DAS) tidak mampu menampung aliran, sehingga lumpur, kayu, dan sampah terbawa ke permukiman warga.
Dampak banjir cukup besar. Data terakhir mencatat 2.367 rumah rusak berat, 356 rumah hanyut, dan 357 unit lainnya berada di kawasan rawan bencana. Banyak warga harus meninggalkan rumah dan beradaptasi dengan kondisi yang serba terbatas.
Sejak tanggap darurat, pemerintah pusat melalui BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait memberikan dukungan penuh. Fokus pemulihan saat ini adalah penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak.
Menindaklanjuti permohonan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, sebanyak 1.743 unit hunian sementara sedang dibangun di tujuh kecamatan. Proses pembangunan berjalan tahap demi tahap, mulai dari pembukaan lahan hingga penyediaan material.
Hunian sementara diharapkan menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi warga, sambil menunggu pembangunan hunian tetap. Pemerintah terus berupaya memulihkan kehidupan masyarakat agar dapat kembali berjalan normal secara bertahap. (Redaksi)
