Jakarta, BonariNews.com – Sebanyak 3,9 juta orang tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) pada 2025. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut langkah ini akibat penyesuaian data, graduasi, dan pemutakhiran keluarga penerima manfaat (KPM). Namun, mereka yang “lulus” dari bansos justru mendapat peluang baru: bantuan Rp 5 juta untuk memulai usaha mandiri.
“Misal diberikan Rp 5 juta, bisa membeli ayam petelur 25 ekor, dirawat, lalu telur dijual bisa memperoleh lebih dari Rp 200.000 per bulan. Dengan begitu, penerima bisa lebih berdaya dan mandiri,” jelas Gus Ipul.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan keluarga penerima bantuan sosial bisa berdiri sendiri. Tahun 2026, Kemensos menargetkan 300.000 KPM akan “lulus” dari program bansos, dengan pendampingan hingga benar-benar mandiri secara ekonomi.
Selain itu, Kemensos bersama BPS mendatangi lebih dari 12 juta rumah KPM untuk memverifikasi kondisi sosial ekonomi mereka. Beberapa kasus ditemukan tidak sesuai kriteria, termasuk penerima yang masih ASN atau terlibat judi online.
Gus Ipul menegaskan, tujuan kebijakan ini bukan sekadar mengurangi jumlah penerima, tetapi memberdayakan mereka agar tidak tergantung pada bantuan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga. (Resaksi)
