Sukabumi, BonariNews.com – Kepala MTs Gandasoli Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Duduh Darusalam, memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial yang menampilkan dirinya bersitegang dengan seorang wali murid soal dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Video tersebut sebelumnya diunggah melalui akun Facebook Bang Jey dan memicu polemik di masyarakat.
Tim media mendatangi langsung MTs Gandasoli di Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, untuk meminta penjelasan dari pihak sekolah. Duduh membenarkan bahwa kejadian dalam video itu memang terjadi, namun ia menegaskan bahwa persoalan tersebut hanya kesalahpahaman dan kini telah diselesaikan secara musyawarah.
Menurut Duduh, insiden bermula saat pencairan dana PIP dilakukan ketika ia sedang sakit sehingga tidak bisa memberikan penjelasan kepada wali murid secara langsung.
“Pada waktu pencairan PIP saya sedang sakit. Beberapa hari kemudian, setelah kondisi membaik, saya berencana koordinasi dulu dengan operator. Lalu hari Jumat kemarin, Bang Jey datang ke rumah saya menanyakan dugaan pemotongan dana,” ujarnya.
Bang Jey mempertanyakan adanya potongan yang dianggap tidak wajar. Namun Duduh menegaskan dana yang dimaksud bukan pemotongan, melainkan iuran yang digunakan untuk operasional kendaraan saat pengambilan uang di BRI Citepus, materai, serta biaya kenaikan kelas.
“Saya jelaskan bahwa itu bukan pemotongan. Saya juga sarankan agar semuanya dibahas dalam musyawarah supaya lebih terang,” katanya.
Musyawarah kemudian digelar pada **Selasa, 3 Juni 2026**, dengan melibatkan para wali murid. Duduh mengungkapkan bahwa saat menjelaskan penggunaan dana, pembicaraannya sempat terpotong oleh Bang Jey.
“Saya meminta Bang Jey menunggu agar saya dapat menjelaskan terlebih dahulu kepada seluruh wali murid,” ujarnya.
Setelah penjelasan selesai disampaikan secara rinci, seluruh wali murid disebut menyatakan paham dan setuju terkait penggunaan dana yang dipersoalkan tersebut.
Duduh juga mengakui bahwa sikapnya dalam video terlihat berlebihan. Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Bang Jey setelah musyawarah selesai.
“Alhamdulillah, saya sudah meminta maaf dan beliau sudah memaafkan,” katanya.
Pihak sekolah berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Penulis: Idris
