Nakhoda Baru PCM Wuring Resmi Terpilih, PDM Sikka Tekankan Dakwah Membumi di Wilayah Pesisir

Bagikan Artikel

SIKKA, BONARINEWS.COM – Musyawarah Cabang (Musycab) ke-5 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wuring yang digelar di Aula MIS Muhammadiyah Wuring, Sabtu (25/1/2025), secara resmi menetapkan kepemimpinan baru PCM Wuring untuk periode 2022–2027.

Melalui mekanisme pemilihan yang demokratis dan penuh khidmat, Nurdin H. Abd. Rahman, S.E., M.M. terpilih sebagai Ketua PCM Wuring.

Ia didampingi oleh Zakaria Al Farizi, M.Pd. sebagai Sekretaris dan Yasir Arafat, S.Pd. sebagai Bendahara. Musycab ini dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sikka, Ayahanda M. Ihsan Wahab, S.HI., M.Pd.

Dalam sambutannya saat membuka Musycab PCM Wuring ke-5, Ayahanda M. Ihsan Wahab menegaskan bahwa musyawarah cabang bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk memperbarui arah gerakan dakwah Muhammadiyah di tingkat cabang.

“Musyawarah ini bukan sekadar rutinitas organisasi untuk memilih pemimpin baru, melainkan momentum untuk melakukan reaktualisasi gerakan dakwah di wilayah Wuring di Kecamatan Alok Barat. Tema ‘Memajukan PCM Wuring, Mencerahkan Semesta’ menuntut kita untuk tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga unggul secara kualitas,” tegas Ihsan Wahab.

Ia juga menyoroti karakteristik sosial dan budaya Wuring sebagai wilayah pesisir yang memiliki tantangan sekaligus potensi besar. Karena itu, PCM Wuring diharapkan mampu merumuskan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan umat.

“Wuring yang berada di Kecamatan Alok Barat memiliki karakteristik sosial-budaya yang unik sebagai wilayah pesisir. Saya berharap PCM Wuring ke depan mampu melahirkan program-program yang membumi—yang menyentuh langsung persoalan umat, baik di sektor pendidikan, kesehatan, maupun penguatan ekonomi nelayan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ihsan Wahab mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam Muhammadiyah bersifat kolektif-kolegial dan berorientasi pada pengabdian.

“Jadilah matahari yang tidak hanya menyinari internal organisasi, tetapi juga memberikan kehangatan dan pencerahan bagi seluruh masyarakat Wuring tanpa terkecuali. Siapa pun yang terpilih nanti, ingatlah bahwa kepemimpinan di Muhammadiyah adalah amanah kolektif-kolegial. Jabatan adalah sarana pengabdian, bukan tujuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCM Wuring terpilih, Nurdin H. Abd. Rahman, dalam pidato perdananya menyatakan komitmennya untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi sekaligus membangun ketahanan spiritual jamaah.

“Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Fokus utama kami ke depan adalah penguatan akar rumput. Memajukan PCM Wuring bukan hanya soal administrasi organisasi, tetapi bagaimana kehadiran Muhammadiyah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik melalui pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Nurdin.

Senada dengan itu, Sekretaris terpilih Zakaria Al Farizi, M.Pd., menekankan pentingnya modernisasi organisasi dan penguatan kaderisasi di era digital.

“Kami ingin PCM Wuring menjadi organisasi yang adaptif. Tema ‘Mencerahkan Semesta’ adalah panggilan untuk keluar dari zona nyaman. Fokus saya adalah pembenahan administrasi yang transparan serta optimalisasi peran pemuda agar regenerasi Muhammadiyah di Kecamatan Alok Barat terus terjaga,” tegasnya.

Ke depan, kepengurusan Nurdin–Zakaria–Yasir telah menyiapkan sejumlah agenda strategis, di antaranya penguatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta membangun sinergi lintas sektor untuk menjawab tantangan sosial masyarakat pesisir.

Dengan kepemimpinan baru ini, PCM Wuring diharapkan mampu menjadi pusat dakwah pencerahan yang tidak hanya kokoh secara organisasi, tetapi juga hadir nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.

Reporter : Faidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *