Taput, BonariNews.com – Eks Presiden Mahasiswa IAKN Tarutung, Dicky Wahyudi Cibro, angkat suara terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa dukungan dan evaluasi harus berjalan berdampingan agar misi besar menuntaskan stunting di Indonesia tetap berada di jalurnya.
Menurut Dicky, program MBG sejak awal sudah menjadi magnet kuat bagi masyarakat Indonesia, bahkan sebelum Prabowo terpilih sebagai presiden. Setelah resmi dilantik sebagai Presiden ke-8, Prabowo langsung memberi perhatian khusus melalui Perpres Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional (BGN), yang menempatkan BGN sebagai pelaksana utama MBG. Program ini resmi dimulai pada 6 Januari 2025 dan langsung menuai berbagai respons, baik pro maupun kontra.
Dicky menyampaikan dukungan penuh terhadap MBG karena menurutnya program tersebut berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat, terutama anak-anak. Ia menilai MBG tidak hanya meningkatkan nutrisi anak tetapi juga mengurangi kesenjangan sosial serta membuka lapangan pekerjaan baru di banyak daerah.
Namun, dukungan itu menurutnya harus disertai evaluasi ketat dan berkelanjutan. Dicky berharap Presiden Prabowo dan Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan seluruh pihak yang terlibat tetap bekerja sesuai peran masing-masing. Mulai dari staf BGN, deputi bidang koordinasi, koordinator wilayah, kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, relawan, hingga para mitra BGN—semua harus fokus pada perkembangan harian MBG.
Ia menegaskan bahwa evaluasi rutin adalah langkah strategis untuk mencegah masalah seperti keracunan makanan, kekacauan distribusi, hingga isu lapangan lainnya. Dengan evaluasi yang konsisten, Dicky yakin tujuan utama MBG—meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak—akan tercapai secara optimal.
Dicky juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala BGN Dadan Hindayana, serta seluruh tim dan relawan yang sudah bekerja keras menjalankan program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia. (Redaksi)
