Boyolali, BONARINEWS — Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga disabilitas, termasuk penyediaan fasilitas yang lebih memadai bagi para atlet nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Taufik Hidayat saat menyambut kepulangan kontingen Indonesia usai berlaga di ASEAN Para Games 2025 Thailand di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (27/1/2026).
Menurut Taufik, para atlet disabilitas telah menunjukkan semangat juang luar biasa dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Indonesia. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu membuktikan diri lewat prestasi gemilang di level internasional.
“Mereka ini inspirasi besar. Dengan segala keterbatasannya, mereka membuktikan mampu berprestasi. Semangat juang seperti inilah yang harus kita tiru. Ini yang membuat kami semakin termotivasi untuk terus mendukung mereka,” ujar Taufik.
Ia menekankan bahwa pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar para atlet disabilitas mampu menjaga performa dan terus meningkatkan kemampuan. Terlebih, tantangan ke depan dinilai akan semakin berat, khususnya menghadapi Asian Para Games 2026.
“Ke depan tantangannya lebih berat lagi, ada Asian Para Games. Saya harap para atlet terus menjaga semangat, konsistensi, dan fokus agar bisa kembali mengharumkan nama bangsa,” kata Taufik.
Selain itu, Wamenpora juga memberikan apresiasi khusus kepada atlet-atlet yang berhasil memecahkan rekor selama ASEAN Para Games 2025 Thailand. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi.
“Ini menjadi awal yang sangat baik. Prestasi dan rekor yang diraih bisa menjadi bekal untuk melangkah ke level berikutnya,” ujarnya.
Dalam ajang ASEAN Para Games 2025 Thailand, kontingen Indonesia tampil impresif dengan mengoleksi total 392 medali, terdiri dari 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Raihan tersebut mengantarkan Indonesia menempati posisi kedua klasemen akhir.
Taufik menegaskan, hasil tersebut menunjukkan potensi besar olahraga disabilitas Indonesia yang harus terus dijaga melalui dukungan pembinaan, fasilitas, serta perhatian berkelanjutan dari pemerintah dan seluruh masyarakat. (Redaksi)
