Pakpak Bharat, BONARINEWS.COM – Tim Universitas Andalas, Padang, mengunjungi Kabupaten Pakpak Bharat untuk melaksanakan studi kelayakan pengembangan bisnis gambir skala ekonomis, Senin (26/1/2026). Kunjungan ini dipimpin oleh Direktur Kerjasama dan Hilirisasi Riset, Dr. Eng. Muhammad Makky dan diterima langsung oleh Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat di ruang rapat Garuda, Kantor Bupati.
Dr. Muhammad Makky menjelaskan, Kabupaten Pakpak Bharat menjadi salah satu lokasi prioritas pembangunan pabrik gambir yang direncanakan oleh Pemerintah Pusat. Kehadiran pabrik diharapkan dapat mempercepat proses pengembangan dan hilirisasi tanaman gambir di daerah ini.
“Kami ingin memastikan lokasi pabrik ini matang dari sisi ketersediaan energi, bahan baku, dan infrastruktur lainnya. Kualitas gambir di Pakpak Bharat sangat baik karena proses pengolahannya murni tanpa pencampuran, berbeda dengan beberapa daerah lain. Petani di sini menjaga kualitas secara konsisten,” jelas Makky.
Tim Universitas Andalas juga menekankan pentingnya kajian menyeluruh mulai dari proses penanaman, produksi, hingga pemasaran. Studi kelayakan ini akan menilai aspek permodalan, sosial, ekonomi, hingga risiko dan manajemen risiko, sehingga menjadi dasar perencanaan pengembangan gambir yang optimal. Rencana awal pengembangan lahan mencapai 10 ribu hektare dengan minimal satu lokasi pabrik yang layak dibangun.
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menyambut baik kehadiran tim Universitas Andalas. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat calon lahan pengembangan tanaman gambir seluas 5.974 hektare dan meminta dukungan seluruh OPD untuk percepatan program ini.
“Tanaman gambir merupakan salah satu komoditas unggulan Pakpak Bharat dan tumbuh subur di delapan kecamatan. Berdasarkan data BPS 2024, luas tanaman gambir mencapai 1.623,5 hektare dengan total produksi 3.910 ton. Gambir Pakpak Bharat bahkan sudah terdaftar dan tersertifikasi Indikasi Geografis oleh Kementerian Hukum RI,” ujar Bupati Franc.
Usai pertemuan, tim Universitas Andalas bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat meninjau lokasi rencana pembangunan pabrik, berdialog dengan petani gambir, memantau proses panen dan produksi, serta melakukan perhitungan awal terkait aspek ekonomi komoditas gambir.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan hilirisasi dan pengembangan bisnis gambir di Pakpak Bharat, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Redaksi)
