Thailand, BONARINEWS.COM — Di lintasan atletik Main Stadium 80th Birthday Anniversary Stadium, Alvin Nomleni berdiri tanpa ambisi berlebihan. Pemuda asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, itu hanya membawa satu keyakinan sederhana: menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Tuhan. Dari keyakinan itulah lahir dua medali emas yang kini dipersembahkannya untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Alvin memastikan emas pada nomor lari 800 meter T20 setelah mencatatkan waktu tercepat 2 menit 00,352 detik pada partai final. Catatan tersebut tak mampu dikejar para pesaingnya, termasuk atlet-atlet dengan pengalaman internasional yang lebih matang. Sebelumnya, Alvin juga telah lebih dulu naik podium tertinggi pada nomor 400 meter T20.
Bagi Alvin, kemenangan ini bukan tentang mengalahkan lawan. Ia justru merasa pertarungan terbesarnya terjadi di dalam diri sendiri. Saat berada di garis start, ia mengaku tak menargetkan juara. Lawan-lawannya pernah tampil di ajang Paralimpiade, sementara dirinya memilih fokus untuk menuntaskan lomba dengan tenang.
Dukungan orang tua dan teman-teman dekat menjadi penguat langkahnya di lintasan. Dorongan itu memberinya kepercayaan diri untuk terus berlari, menjaga ritme, dan melawan ego yang kerap memunculkan keraguan. Hingga akhirnya, garis finis menjadi saksi perubahan pasrah menjadi syukur.
Sesaat setelah perlombaan usai, haru tak dapat disembunyikan. Medali emas itu bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan hadiah untuk keluarga, daerah asal di Pulau Timor, dan Merah Putih. Dari wilayah yang kerap berada di pinggiran peta prestasi nasional, Alvin membuktikan bahwa mimpi besar dapat lahir dari mana saja.
Prestasi Alvin Nomleni menambah daftar atlet daerah yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level Asia Tenggara. Lebih dari itu, kisahnya menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi, selama keberanian untuk melawan diri sendiri terus dijaga. (Redaksi)
