PAPUA, BONARINEWS.COM – Sebuah video yang beredar di media sosial kembali membuka tabir persoalan lama soal perlindungan satwa liar. Dalam unggahan akun @mawekim matthew, tampak seekor burung mambruk Goura victoria, burung endemik Papua yang keberadaannya kian terdesak, berada dalam penguasaan seorang warga.
Pemilik akun menuliskan bahwa burung tersebut didapat dari seorang warga dengan harga Rp200 ribu dan disebut akan dipelihara. Pernyataan ini langsung menimbulkan tanda tanya, sebab mambruk bukan satwa yang boleh dimiliki atau diperdagangkan secara bebas.
Secara internasional, mambruk masuk kategori rentan menurut International Union for Conservation of Nature. Burung berjambul khas ini juga tercantum dalam Appendix II Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), yang berarti perdagangannya dibatasi secara ketat. Di tingkat nasional, negara memberikan perlindungan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.
Populasi mambruk terus tertekan oleh perburuan dan menyempitnya hutan di Papua, satu-satunya wilayah di dunia tempat burung ini hidup. Terdapat empat jenis mambruk yang dikenal, dan semuanya merupakan spesies endemik yang bergantung penuh pada kelestarian hutan Papua.
Dalam kerangka hukum Indonesia, kepemilikan satwa dilindungi hanya dimungkinkan melalui jalur resmi. Satwa harus berasal dari penangkaran berizin, pemilik wajib mengantongi izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam, serta memenuhi standar pemeliharaan yang menjamin kesejahteraan satwa. Transaksi dan pemeliharaan di luar ketentuan tersebut berpotensi melanggar aturan konservasi.
Kemunculan video mambruk di media sosial kembali menunjukkan jurang antara aturan dan praktik di lapangan. Di satu sisi, regulasi telah mengatur perlindungan satwa secara tegas. Di sisi lain, praktik perburuan dan jual beli masih berlangsung, bahkan dipamerkan secara terbuka. Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap mambruk tidak hanya datang dari hutan yang kian menyempit, tetapi juga dari minimnya kesadaran akan pentingnya menjaga satwa endemik Papua.
