JAKARTA, BONARINEWS.COM — Musisi sekaligus intelektual publik Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang dikenal luas dengan nama Noe Letto, resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Kamis, 15 Januari 2026.
Putra budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun itu dipercaya mengemban jabatan Tenaga Ahli Madya, posisi yang setara dengan pejabat eselon II. Penunjukan ini menandai keterlibatan Noe secara resmi dalam lingkaran strategis perumusan kebijakan pertahanan nasional.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari pengukuhan 12 tenaga ahli DPN yang berasal dari beragam latar belakang akademik dan profesional. Pemerintah berharap komposisi yang beragam ini dapat memperkaya perspektif dan kajian strategis dalam menghadapi tantangan pertahanan negara yang semakin kompleks.
Noe dikenal tidak hanya sebagai vokalis grup musik Letto, tetapi juga sebagai pemikir publik yang kerap menyuarakan pandangan kritis mengenai kebudayaan, pendidikan, dan kebijakan publik. Latar belakang akademiknya juga cukup kuat. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas di Yogyakarta, ia melanjutkan studi ke University of Alberta, Kanada.
Universitas tersebut dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi bergengsi, masuk dalam jajaran lima besar nasional di Kanada dan berada di peringkat 100–150 dunia. Di kampus ini, Noe menempuh pendidikan di dua bidang sekaligus, yakni matematika dan fisika, yang memperkuat reputasinya sebagai figur dengan latar intelektual multidisipliner.
Keterlibatan Noe Letto di Dewan Pertahanan Nasional diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perumusan kebijakan strategis, terutama dari sudut pandang kebudayaan, pemikiran kritis, dan pendekatan lintas disiplin. Pemerintah menilai kontribusi pemikiran dari berbagai latar belakang menjadi kunci dalam membangun sistem pertahanan negara yang adaptif dan berdaya saing.
