Buku Antologi Puisi Perdana SMA Negeri Pemana Tembus Nasional, Bukti Literasi Berkembang dari Pulau Terpencil

Bagikan Artikel

Bonarinews.com, SIKKA – SMA Negeri Pemana, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang literasi. Sebanyak 50 peserta didik dan 5 guru berhasil meloloskan karya mereka dari uji plagiasi serta merilis dan mencetak Buku Antologi Puisi Perdana bertajuk “Pemana Harmoni Budaya Buton di Laut Flores”.

Pencapaian ini diraih melalui Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional yang diselenggarakan bersama Nyalanesia, lembaga literasi nasional yang berpusat di Surakarta, Jawa Tengah. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat menulis dan budaya literasi mampu tumbuh dan berkembang, meski berasal dari sekolah yang berada di wilayah kepulauan terpencil.

Prestasi ini semakin istimewa dengan terpilihnya Siti Aisyah, salah satu siswi SMA Negeri Pemana, sebagai Juara 1 tingkat sekolah dari 50 siswa penulis puisi, berdasarkan penilaian Tim Literasi Nasional Nyalanesia. Siti Aisyah mengaku bangga dapat berkontribusi membawa nama baik sekolah hingga ke tingkat nasional. Ia berharap capaian ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus berkarya dan percaya pada potensi diri.

Tidak hanya peserta didik, para guru pun turut menunjukkan peran aktif dalam penguatan literasi. Sarli Malinda, S.Pd., M.Pd, selaku guru pendamping, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas keberhasilan mencetak buku perdana di tingkat nasional. Menurutnya, keterlibatan guru dalam menulis puisi menjadi bentuk teladan nyata bagi peserta didik bahwa proses belajar tidak pernah berhenti.

Sementara itu, Sunarwin, ST., M.Pd., Gr, Kepala SMA Negeri Pemana, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas pencapaian luar biasa tersebut. Ia menegaskan bahwa meskipun SMA Negeri Pemana berada di Pulau Pemana yang jauh dari pusat kota Maumere, keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang untuk berprestasi di tingkat nasional.

“Semoga prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga budaya literasi membaca dan menulis benar-benar menjadi budaya positif di lingkungan sekolah. Dengan demikian, cita-cita Generasi Emas 2045 yang diharapkan bangsa dapat terwujud,” ungkapnya.

Gerakan literasi terus digaungkan dan digerakkan di komunitas sekolah sebagai bagian dari upaya membentuk lulusan yang berkualitas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Kegiatan ini juga menjadi pesan kuat bagi seluruh peserta didik bahwa mereka mampu berkarya dan berliterasi hingga ke tingkat nasional, selama memiliki kemauan, ketekunan, dan semangat belajar yang tinggi.

Prestasi SMA Negeri Pemana ini menjadi inspirasi bahwa dari pulau kecil pun, karya besar dapat lahir dan memberi makna bagi dunia pendidikan Indonesia.

Penulis : Faidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *