Prestasi Mahasiswa UNIMOF di Ajang PRESMANESIA 2025 Masih Menggema, Bukti Daya Saing Kampus di Level Nasional

Bagikan Artikel

BONARINEWS.COM, SIKKA – Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) di tingkat nasional kembali menjadi sorotan. Hingga memasuki awal tahun 2026, capaian medali emas yang diraih mahasiswa UNIMOF pada ajang Prestasi Maju Indonesia (PRESMANESIA) 2025 masih menjadi bukti konkret daya saing kampus dalam pengembangan sains dan akademik.

Ajang PRESMANESIA yang diselenggarakan oleh Yayasan Prestasi Maju Indonesia (YPMI) bersama Pusat Kejuaraan Sains Nasional (PKSN) tersebut berlangsung secara daring pada 9 Desember 2025, dan diikuti oleh 350 peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dari ratusan peserta yang berasal dari kampus-kampus besar dan ternama, hanya 20 peserta terbaik yang berhasil meraih medali emas.

Salah satunya adalah Dendy Suwandi Wahab, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Maumere.

Capaian ini dinilai tidak hanya sebagai prestasi personal, tetapi juga mencerminkan kualitas pembinaan akademik di UNIMOF yang terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.

“Saya merasa bangga bisa bersaing dengan kampus-kampus top di luar sana. Mendapatkan medali emas ini membuat saya semakin yakin bahwa kita semua bisa bersaing, asalkan memiliki niat besar untuk terus berkembang,” ujar Dendy Wahab, saat merefleksikan pengalamannya mengikuti kompetisi tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan diri mahasiswa daerah untuk tidak merasa rendah diri di tengah persaingan nasional.

“Dalam diri kita sebenarnya ada kemampuan luar biasa, hanya saja belum diasah secara maksimal. Saya bangga dengan diri saya sendiri, bangga dengan Prodi Pendidikan Fisika, dan bangga dengan Universitas Muhammadiyah Maumere. Meski dengan kondisi yang ada, UNIMOF tetap mampu bersaing dengan kampus besar di luar sana,” ungkapnya.

Dalam ajang PRESMANESIA 2025, selain 20 medali emas, panitia juga menganugerahkan 50 medali perak, sementara peserta lainnya memperoleh medali perunggu.

Kompetisi ini berlangsung selama satu hari penuh dengan sistem penilaian yang menitikberatkan pada kreativitas, ketepatan analisis, dan inovasi dalam menyelesaikan tantangan sains.

Hingga saat ini, prestasi tersebut masih relevan dan menjadi motivasi bagi sivitas akademika UNIMOF dalam mengawali tahun akademik 2026.

Keberhasilan mahasiswa UNIMOF di ajang nasional menunjukkan bahwa kampus yang berbasis di wilayah timur Indonesia juga mampu melahirkan talenta unggul di bidang sains dan pendidikan.

PRESMANESIA sendiri dipandang sebagai wadah strategis untuk mengasah kemampuan mahasiswa di era digital melalui format daring yang inklusif, meskipun tantangan teknis seperti stabilitas jaringan internet masih menjadi catatan.

Yayasan Prestasi Maju Indonesia (YPMI) dikenal sebagai organisasi nirlaba yang fokus pada pengembangan pendidikan sains dan teknologi, sementara PKSN berkomitmen mendorong kemajuan ilmu pengetahuan nasional melalui kompetisi akademik berkelanjutan.

Dengan torehan prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Maumere menegaskan eksistensinya sebagai kampus yang terus tumbuh dan konsisten melahirkan mahasiswa berprestasi, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di kancah nasional.

Reporter : Faidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *