BONARINEWS.COM, JAKARTA — Indonesia belum lepas dari ancaman bencana. Dalam 24 jam terakhir, banjir dan tanah longsor kembali melanda berbagai wilayah, mulai dari Jawa Tengah hingga Maluku Utara, menelan korban jiwa dan ribuan warga terdampak.
Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, banjir bandang dan longsor menimpa 2.720 kepala keluarga. Genangan mulai surut, tapi pemerintah daerah masih menuntaskan status darurat dan penanganan awal. Di Kalimantan Barat, 706 kepala keluarga terdampak banjir di Kabupaten Sintang, dengan enam rumah rusak berat. Warga mulai membersihkan lingkungan, meski kondisi masih fluktuatif mengikuti cuaca.
Aceh masih menjadi wilayah terdampak berat. Kota Lhokseumawe terdampak pada lebih dari 100 ribu jiwa, lima orang meninggal dunia, dan pembangunan hunian sementara serta sumur bor terus dilakukan. Di Aceh Utara dan Aceh Timur, puluhan hingga ratusan ribu warga terdampak, dengan korban meninggal mencapai 58 orang di Aceh Timur. Penilaian lokasi hunian sementara terus berjalan untuk mempercepat pemulihan.
Banjir juga masih melanda Kabupaten Pandeglang, Banten, dan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Ribuan kepala keluarga terdampak, genangan air mulai surut, namun pemantauan tetap dilakukan. Di Halmahera Barat, Maluku Utara, banjir dan longsor menewaskan dua orang, merusak ratusan rumah, dan memutus akses jalan. Logistik kini didistribusikan melalui jalur laut.
BNPB menegaskan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus berjalan. Masyarakat diimbau tetap waspada karena cuaca ekstrem berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Indonesia kembali diuji, namun upaya penanganan dan pemulihan terus digencarkan agar warga terdampak segera kembali pulih. (Redaksi)