BONARINEWS.COM, MANGGARAI – Harapan dan kecemasan masih menyelimuti keluarga korban tenggelam di Objek Wisata Air Terjun Tiwu Pa’i, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dihari kelima, pencarian dilakukan pada Kamis (15/1/2026), hingga Tim SAR Gabungan pun memperluas area operasi hingga ke muara sungai demi memberikan kepastian atas nasib korban.
Sejak pukul 06.00 Wita, puluhan personel SAR kembali bergerak menyisir titik lompatan korban, kolam air terjun, aliran sungai, hingga kawasan muara. Strategi ini ditempuh seiring dugaan korban terbawa arus deras akibat tingginya debit air selama beberapa hari terakhir.
Operasi hari kelima dilakukan berdasarkan Rencana Operasi SAR (Renops) dengan pembagian tugas yang lebih terukur.
Tim pertama memusatkan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan penyisiran di pinggir sungai serta penyelaman terbatas pada titik-titik yang dianggap rawan. Sementara, tim kedua memperluas jangkauan pencarian hingga tiga kilometer ke hilir.
Untuk tim ketiga difokuskan menyisir area muara menggunakan perahu karet bermesin.
Beragam unsur terlibat dalam operasi kemanusiaan ini, mulai dari Pos SAR Manggarai Barat, Dit Polairud Polda NTT, Pos TNI AL Reo, Polsek Reo, Koramil 1612/02 Reo, BPBD Manggarai, aparat desa, hingga masyarakat setempat.
Warga sekitar turut membantu dengan memberikan informasi mengenai karakter sungai dan jalur arus yang kerap berubah saat musim hujan.
Meski upaya terus dimaksimalkan, kondisi alam masih menjadi tantangan serius. Cuaca hujan disertai angin kencang, serta arus sungai yang kuat dan keruh, membatasi jarak pandang penyelam dan memperlambat proses pencarian. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama di tengah medan yang berisiko.
Insiden ini bermula pada Sabtu, 11 Januari 2026, ketika korban, seorang remaja berusia 13 tahun bernama Armada W. Jeferson, melompat ke kolam Air Terjun Tiwu Pa’i saat berwisata bersama teman-temannya. Tak lama berselang, korban dilaporkan tenggelam dan hilang terbawa arus.
Di hari kelima, pencarian korban kemudian kembali direncanakan dan hingga saat ini pun belum ada laporan ditemukannya korban. Sementara, bagi keluarga korban tentu setiap hari penantian menjadi beban emosional yang berat.
Tim SAR Gabungan menegaskan operasi akan terus dilanjutkan sesuai prosedur, sembari berharap upaya pencarian segera membuahkan hasil dan memberikan kepastian bagi pihak keluarga. (Faidin)