GMKI Gunungsitoli “Disentil” Natal: Iman Tak Boleh Mandek, Kader Didorong Turun ke Medan Pelayanan 2026

Bagikan Artikel

BONARINEWS.COM, Gunungsitoli — Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Gunungsitoli tak sekadar menjadi agenda seremonial. Bertempat di Gereja HKBP Gunungsitoli, Sabtu (10/1/2025) siang, momentum rohani ini justru menjadi ruang refleksi tajam sekaligus “alarm” bagi kader GMKI agar tidak nyaman dalam rutinitas, tetapi berani turun dan hadir di medan layan nyata.

Mengusung tema Natal Nasional “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24), perayaan ini diikuti oleh kader GMKI, senior, serta berbagai unsur lintas institusi, mulai dari Polres Nias, Kementerian Agama Kabupaten Nias, Dandim 0213/Nias, Mako Kompi 4 Yon C Satuan Brimob Polda Sumut, hingga perwakilan organisasi mahasiswa dan civitas akademika Universitas Nias.

Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Gustav Simanjuntak yang dalam khotbahnya menekankan makna ketulusan, keteladanan, dan kekudusan dalam kelahiran Yesus Kristus. Ia mengingatkan generasi muda Kristen agar tidak menjadikan iman sekadar simbol, melainkan dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak di tengah realitas sosial yang penuh tantangan.

“Iman harus hidup dan berdampak. Jangan berhenti di bangku gereja atau forum internal, tetapi hadir dalam pergumulan nyata masyarakat,” pesan Pdt. Gustav di hadapan jemaat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi barisan, laporan Ketua Panitia, serta sambutan dari Kepala Bidang PKK, Dedisius Ndruru. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, menjadi puncak perayaan Natal dan Tahun Baru GMKI Gunungsitoli.

Usai ibadah, sejumlah perwakilan undangan menyampaikan kesan dan pesan Natal, di antaranya Ketua Komisariat FST Universitas Nias, perwakilan forum dan organisasi mahasiswa, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Nias, hingga Ketua Cabang GMKI Gunungsitoli.

Ketua Cabang GMKI Gunungsitoli, Nurman Gea, dalam sambutannya secara tegas menyampaikan bahwa Natal harus menjadi momen evaluasi gerakan, bukan sekadar perayaan tahunan. Ia menyoroti pertumbuhan jumlah kader GMKI yang signifikan, namun mengingatkan agar pertumbuhan itu sejalan dengan kepekaan terhadap persoalan daerah.

“GMKI tidak boleh apatis. Kader harus peka terhadap isu sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan keadilan di Nias. Medan layan GMKI bukan slogan, tetapi panggilan,” tegas Nurman.

Ia juga menekankan pentingnya solidaritas dan persaudaraan internal sebagai kekuatan utama organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan. Menurutnya, GMKI Gunungsitoli dituntut untuk hadir sebagai agen perubahan yang responsif dan relevan bagi masyarakat.

Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini pun diharapkan menjadi titik tolak penguatan iman, karakter, dan komitmen kader GMKI Gunungsitoli. Lebih dari sekadar perayaan rohani, kegiatan ini menjadi seruan agar kader berani keluar dari zona nyaman dan membuktikan iman melalui karya nyata di tiga medan layan GMKI pada tahun pelayanan mendatang. (Alfa Christopher)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *