BONARINEWS.COM, Samosir — Pemerintah Kabupaten Samosir bersama DPRD menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir, Rabu (7/1/2026). Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan daerah.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa selama 22 tahun berdiri, Kabupaten Samosir terus berbenah dan membangun meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, baik dari sisi sumber daya maupun tantangan geografis.
“Dalam perjalanan 22 tahun ini harus diakui, Kabupaten Samosir telah terus berbenah dan membangun di tengah keterbatasan. Ke depan, dukungan dan kinerja maksimal dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Vandiko dalam sambutannya.
Rapat paripurna dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon. Sejarah singkat berdirinya Kabupaten Samosir dibacakan oleh Asisten Pemerintahan Tunggul Sinaga. Acara turut dihadiri Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, hingga insan pers.
Sejumlah tokoh penting yang berperan dalam perjalanan Kabupaten Samosir juga hadir, di antaranya Penjabat Bupati Samosir tahun 2004 Wilmar E. Simanjorang, Wakil Bupati periode 2016–2021 Juang Sinaga, serta para mantan pimpinan DPRD dan pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir.
Bupati Vandiko mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai momentum untuk mengakhiri polarisasi dan memperkuat sinergi demi mewujudkan Samosir yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.
“Sebagai masyarakat yang berbudaya dan menjunjung nilai kearifan lokal, mari kita bersinergi dan bekerja sama mewujudkan cita-cita pembentukan Kabupaten Samosir,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemrakarsa, masyarakat perantau, DPRD, lembaga pemerintah, serta pihak swasta yang selama ini mendukung pembangunan Samosir.
Pemrakarsa Kabupaten Samosir, Robinson Sinaga, menegaskan bahwa berdirinya Kabupaten Samosir bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang masyarakat untuk mendekatkan pelayanan dan mengejar ketertinggalan pembangunan.
Sementara itu, Juang Sinaga menilai peringatan hari jadi menjadi momentum introspeksi bersama. Meski mengapresiasi kemajuan, khususnya di sektor pariwisata, ia mengingatkan pentingnya pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Mantan Penjabat Bupati Samosir Wilmar E. Simanjorang menekankan pentingnya inovasi pembangunan tanpa mengorbankan alam dan budaya. Ia menilai masa depan Samosir harus bertumpu pada kelestarian lingkungan, pelayanan publik yang manusiawi, serta penguatan identitas budaya.
Ketua DPRD Samosir periode 2014–2019 Rismawati Simarmata juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, seraya mengapresiasi sikap Pemkab Samosir yang menolak bantuan CSR yang dinilai berpotensi merusak alam.
Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak boleh sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum evaluasi dan persiapan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Usia yang semakin dewasa menuntut kerja keras, sinergi, dan persiapan ekstra agar Kabupaten Samosir semakin sejahtera dan bermartabat,” pungkasnya. (Redaksi)