Nelayan Hilang Saat Mancing di Perairan Kawalelo Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Bagikan Artikel

BONARINEWS.COM, Flores Timur — Seorang nelayan asal Desa Kawalelo, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, dilaporkan hilang saat memancing di perairan Kawalelo, Rabu (7/1/2026) dini hari. Hingga pencarian hari pertama berakhir, korban belum ditemukan.

Korban diketahui bernama Stefanus Kasi Hera (51). Informasi hilangnya korban pertama kali diterima aparat sekitar pukul 09.15 WITA melalui laporan Bhabinkamtibmas Kecamatan Demon Pagong, Aipda Antoni Kabelen. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Marnit Polairud Flores Timur untuk ditindaklanjuti.

Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 04.00 WITA. Saat itu korban bersama lima nelayan lainnya berangkat memancing menggunakan perahu sampan masing-masing menuju perairan Kawalelo, sekitar 1,7 mil dari garis pantai.

Setibanya di lokasi, para nelayan menurunkan alat pancing jenis rawe. Salah satu saksi menyebutkan, korban sempat melepaskan sekitar 200 mata kail. Tidak lama kemudian, korban terdengar memanggil salah seorang rekannya hingga tiga kali. Namun, panggilan tersebut tidak terdengar jelas oleh nelayan yang dituju dan justru didengar oleh nelayan lainnya.

Merasa ada yang tidak beres, salah satu saksi mendekati perahu korban dan menyinari sampan tersebut menggunakan senter. Saat itulah diketahui korban sudah tidak berada di atas perahu. Para nelayan sempat memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban, sebelum akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke aparat setempat.

Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian. Sekitar pukul 10.30 WITA, aparat mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Basarnas. Penyisiran awal dilakukan pada pukul 12.30 WITA di sekitar titik korban diduga jatuh ke laut.

Pencarian kemudian diperluas hingga sepanjang Pantai PT Asa Mutiara, Pantai Kawalelo, serta Pantai Liko Tuden. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, BPBD Flores Timur, Marnit Polairud, TNI AL, Polsek Titehena, serta dibantu warga setempat.

Sejumlah sarana dikerahkan dalam pencarian, termasuk perahu karet milik Basarnas dan BPBD, kapal Ship Tender KP P. Timor, serta satu unit speed boat milik PT Asa Mutiara.

Hingga sore hari, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Korban masih belum ditemukan dan operasi SAR akan dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca serta situasi di lapangan. (Faidin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *