Rp200 Miliar Untuk Pemulihan Sungai di Tapanuli Utara: Bisakah Cegah Bencana Berikutnya?

Bagikan Artikel

BONARINEWS.COM, Tapanuli Utara — Bencana hidrometeorologi yang melanda Tapanuli Utara belum lama ini membuat warga dan petani panik. Kini, Pemkab Taput mengumumkan rencana pemulihan dengan anggaran mencapai Rp200 miliar!

Bupati Jonius Taripar Hutabarat menegaskan, lima sungai vital—termasuk Sungai Batang Toru dan Aek Sigeaon—akan segera diperbaiki. Selain itu, pengamanan air baku bagi warga di Pahae dan Adian Koting menjadi prioritas utama.

Meski begitu, muncul pertanyaan besar: apakah dana fantastis ini cukup untuk mencegah bencana serupa di masa depan? Kepala BBWS Sumatera II, Feriyanto Pawenrusi, menjelaskan, tahap tanggap darurat hanya berlangsung 3–6 bulan, sementara rehabilitasi dan rekonstruksi diperkirakan butuh 1–2 tahun.

Sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian PU diyakini kunci pemulihan. Namun, warga tetap menunggu hasil nyata di lapangan. Apakah Tapanuli Utara benar-benar aman dari ancaman bencana berikutnya? (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *