Peletakan Batu Pertama Koperasi Merah Putih, Rico Waas: Membangun Koperasi Berarti Menanam Harapan

Bagikan Artikel

Medan, Bonarinews.com — Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan, pembangunan koperasi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menanam harapan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat. Koperasi, menurutnya, adalah fondasi ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari kebersamaan dan kepercayaan.

Pesan tersebut disampaikan Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan, Citra Effendi Capah, pada kegiatan peletakan batu pertama pembangunan fisik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), Rabu (31/12/2025), di kawasan depan Pasar Induk Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan.

Kegiatan di Lau Cih merupakan lanjutan dari rangkaian peletakan batu pertama Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Kota Medan yang sebelumnya telah dimulai di Kelurahan Tanjung Selamat. Pemerintah Kota Medan menargetkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan pada tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis kelurahan.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Citra Effendi Capah dengan meletakkan batu ke dalam lubang pondasi yang telah disiapkan, lalu menyiramkannya dengan campuran semen dan pasir sebagai tanda dimulainya pembangunan fisik koperasi.

Dalam sambutannya, Rico Waas mengingatkan bahwa koperasi sejak awal kemerdekaan telah diposisikan sebagai soko guru perekonomian nasional. Para pendiri bangsa, kata dia, merancang koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat yang berlandaskan asas kekeluargaan, gotong royong, dan keadilan sosial.

Ia menilai pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Lau Cih menjadi penanda tumbuhnya kembali semangat berkoperasi di tengah masyarakat. Semangat tersebut mencerminkan keinginan warga untuk maju bersama, membangun kemandirian ekonomi, serta memperkuat daya tahan masyarakat dari tingkat paling dasar.

Pemerintah Kota Medan, lanjut Rico Waas, memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras pengurus serta seluruh anggota koperasi. Ia meyakini koperasi yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel dapat menjadi kekuatan ekonomi lokal yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan anggota, tetapi juga menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, pembangunan fisik koperasi ini dinilai memiliki makna strategis. Selain menunjang aktivitas usaha, koperasi diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi warga, ruang pembelajaran bersama, serta tempat konsolidasi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Rico Waas berharap Koperasi Merah Putih tidak berhenti pada fungsi simpan pinjam atau perdagangan semata, melainkan mampu mengembangkan usaha-usaha produktif, memberdayakan pelaku usaha mikro dan kecil, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

Ia juga berpesan agar pengurus dan anggota koperasi senantiasa menjaga kebersamaan, kejujuran, dan disiplin dalam pengelolaan koperasi. Menurutnya, koperasi hanya akan tumbuh kuat jika dirawat sebagai milik bersama, dikelola dengan penuh tanggung jawab, dan dijalankan demi kesejahteraan seluruh anggotanya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *