Unimed Salurkan Inovasi Energi Surya Portabel untuk Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah

Bagikan Artikel

Medan, Bonarinews.com — Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali menunjukkan perannya dalam respons kemanusiaan dengan menyalurkan inovasi teknologi tepat guna bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Bantuan yang dikirim berupa Portable Solar Energy Storage Box, perangkat penyimpan energi surya portabel hasil pengembangan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Innovation Centre of Renewable Sources and Waste Integration for Sustainable Energy (PUI-PT INNERWISE) Unimed.

Perangkat ini dirancang sebagai solusi darurat untuk mengatasi terputusnya pasokan listrik di wilayah bencana. Dengan memanfaatkan energi matahari, alat tersebut memungkinkan warga memperoleh penerangan dan sumber daya listrik mandiri tanpa bergantung pada jaringan PLN yang lumpuh akibat bencana.

Penyerahan bantuan dilakukan bertepatan dengan pelepasan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Unimed yang dipimpin langsung Rektor Unimed Prof. Dr. Ir. Baharuddin, S.T., M.Pd., pada Rabu (24/12/2025). Acara tersebut turut dihadiri Ketua Senat Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., para wakil rektor, serta jajaran pimpinan fakultas.

Secara simbolis, perangkat inovasi tersebut diserahkan Ketua PUI-PT INNERWISE Ir. Denny Haryanto Sinaga, S.Pd., M.Eng., didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimed Dr. Novita, S.Pd., M.Pd. Alat itu diterima Ketua Tim PKM Tanggap Darurat Bencana Unimed Wilayah Tapanuli Tengah, Roni Sinaga, S.Pd., M.Pd., untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat di lokasi terdampak.

Pengembangan Portable Solar Energy Storage Box merupakan bagian dari riset unggulan Unimed yang melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa, termasuk Komunitas Mahasiswa Sistem Tenaga Listrik (Matriks). Kolaborasi tersebut menghasilkan solusi praktis yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat pascabencana, terutama terkait ketersediaan energi.

Dirancang sebagai sumber listrik cadangan berbasis energi terbarukan, perangkat ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan penerangan darurat, pengisian daya perangkat komunikasi, serta mendukung koordinasi penanganan bencana di wilayah dengan akses listrik terbatas.

Langkah Unimed ini mencerminkan upaya hilirisasi riset perguruan tinggi yang tidak berhenti pada pengembangan akademik semata. Melalui pemanfaatan langsung di lapangan, inovasi tersebut diharapkan berkontribusi pada percepatan pemulihan aktivitas masyarakat serta memperkuat peran kampus dalam menjawab persoalan kemanusiaan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *