Jakarta, Bonarinews.com — Emas futsal SEA Games 2025 bukan sekadar medali. Bagi Tim Nasional Futsal Indonesia, ia adalah penanda bahwa kerja panjang, kadang sunyi, akhirnya menemukan momentumnya.
Kapten tim, Mochammad Iqbal Rahmatullah Iskandar, menyebut kemenangan di Thailand sebagai bukti paling nyata bahwa futsal Indonesia telah bergerak ke level yang lebih matang. Bukan karena lawan melemah, melainkan karena Indonesia berkembang.
Perjalanan menuju emas itu jauh dari kata mulus. Kekalahan 0-1 dari Vietnam sempat menggoyahkan mental tim. Rasa kecewa tak terhindarkan. Namun justru di titik itu, karakter tim diuji—dan ditemukan.
“Tidak ada istilah santai. Targetnya jelas, dan tekanannya tinggi,” ujar Iqbal, mengenang masa persiapan yang dimulai jauh sebelum turnamen. Tim datang ke Thailand lebih awal, berlatih, beradaptasi, dan membangun ritme.
Kunci kebangkitan datang dari pendekatan pelatih Hector Souto Vasquez. Bagi Iqbal, Hector bukan hanya perancang taktik, tetapi penjaga mental. Kekalahan dari Vietnam tidak dijadikan alasan, melainkan pijakan untuk membaca ulang peta kekuatan.
Laga penentuan melawan Thailand pun menjadi panggung pembuktian. Tuan rumah yang selama ini mendominasi futsal Asia Tenggara dibuat tak berkutik. Skor 6-1 bukan sekadar angka, melainkan simbol pergeseran kekuatan.
Iqbal menegaskan, kemenangan itu bukan karena Thailand menurunkan kualitas. “Bukan Thailand yang melemah. Kita yang berkembang,” katanya.
Perkembangan itu, menurutnya, lahir dari banyak lapisan. Kompetisi liga dalam negeri yang semakin kompetitif. Uji coba internasional yang konsisten melawan tim-tim dunia, dari Argentina hingga Australia. Setiap laga memberi pelajaran, setiap kekalahan memberi peta.
Semua pengalaman itu bermuara di SEA Games. Emas menjadi buah, bukan tujuan instan.
Namun perjalanan belum usai. Indonesia kini bersiap menatap Piala Asia Futsal AFC 2026 yang akan digelar di Jakarta. Seleksi pemain akan kembali dibuka, uji coba kembali dirancang. Tekanan tentu lebih besar, karena kini Indonesia tak lagi sekadar penantang.
Emas SEA Games 2025 telah mengubah posisi Indonesia. Dari tim yang berharap, menjadi tim yang diperhitungkan.
Dan bagi futsal Indonesia, mungkin inilah awal cerita baru—tentang keberanian percaya pada proses, dan kesabaran menunggu hasilnya. (Redaksi)