Medan, Bonarinews.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai menggerakkan fase pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor melalui pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak. Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution melaporkan, hingga akhir Desember 2025, sebanyak 648 unit hunian telah memasuki tahap awal pembangunan di sejumlah wilayah yang paling terdampak.
Informasi itu disampaikan Bobby dalam rapat koordinasi nasional yang membahas penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rapat yang digelar secara daring tersebut dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, dengan melibatkan kementerian terkait serta pemerintah daerah.
Menurut Bobby, pembangunan hunian tersebar di empat daerah. Di Kabupaten Tapanuli Utara, hunian tetap dibangun di Kecamatan Adian Koting. Sementara di Tapanuli Selatan, lokasi pembangunan berada di Kecamatan Batangtoru. Dua wilayah lainnya adalah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, yang masing-masing menjadi lokasi relokasi warga akibat banjir dan longsor.
“Pembangunan hunian ini menjadi bagian penting dari pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, bukan sekadar penyediaan tempat tinggal sementara,” kata Bobby.
Selain proyek yang sudah berjalan, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan lanjutan ratusan unit hunian tetap di beberapa titik lain di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Humbang Hasundutan. Seluruh lokasi tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerusakan permukiman serta pertimbangan keamanan dari ancaman bencana lanjutan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan keakuratan data penerima dan kesiapan lahan. Ia menekankan, hunian tetap harus dibangun di kawasan yang terhubung dengan fasilitas dasar, seperti sekolah, layanan kesehatan, dan sumber penghidupan warga.
Pemerintah pusat, kata Maruarar, juga menggandeng berbagai pihak nonpemerintah untuk memperluas pembangunan hunian pascabencana. Sejumlah lembaga filantropi dan badan usaha negara disiapkan untuk membangun ribuan unit hunian di tiga provinsi terdampak.
Bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana, pembangunan hunian tetap ini diharapkan menjadi titik balik pemulihan. Bukan hanya memulihkan bangunan yang rusak, tetapi juga memberi kepastian hidup yang lebih aman setelah bencana datang silih berganti. (Redaksi)