28 Tahun Mengabdi, Kabid Angkutan Jalan Dishub Sumut, Yunus Pasodung Kini Masuki Purnabakti

Bagikan Artikel

BONARINEWS.COM, Medan — Tidak semua pengabdian ditandai dengan sorak sorai. Sebagian justru berjalan dalam senyap—dalam rutinitas kerja, konsistensi, dan kesetiaan pada tanggung jawab. Selama 28 tahun, Yunus Pasodung menapaki jalan pengabdian itu di Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, hingga akhirnya memasuki masa purnabakti sebagai Kepala Bidang Angkutan Jalan.

Purnabakti bukan sekadar penutup masa kerja, melainkan penanda perjalanan panjang seorang aparatur sipil negara yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktu bagi pelayanan publik. Di bidang angkutan jalan, tanggung jawab itu bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat luas—keselamatan, keteraturan, dan kelancaran mobilitas.

Selama bertugas, Yunus Pasodung dikenal sebagai sosok yang bekerja tenang dan konsisten. Ia menjalankan peran administratif sekaligus teknis dalam berbagai dinamika kebijakan transportasi. Pekerjaan yang sering kali tidak tampak di permukaan itu justru menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pelayanan perhubungan di Sumatera Utara.

Momentum purnabakti yang digelar Dishub Sumut menjadi ruang refleksi bersama. Dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan, apresiasi diberikan bukan hanya atas jabatan yang diemban, melainkan atas komitmen yang dijaga hingga akhir masa tugas.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Moetaqin Hasrimi, memaknai purnabakti Yunus Pasodung sebagai teladan tentang bagaimana pengabdian dijalani dengan keikhlasan dan kebersamaan. Ia menekankan bahwa organisasi hanya dapat berjalan baik jika setiap insan di dalamnya mampu menjaga hati yang bersih dan kerja sama yang sehat.

Bagi Moetaqin, pengabdian Yunus Pasodung adalah contoh keberhasilan seorang ASN yang mampu menyelesaikan tugas hingga tuntas. Menutup masa kerja tanpa meninggalkan persoalan merupakan capaian yang patut dihargai. Dalam dinamika birokrasi yang penuh tantangan, ketenangan dan kekompakan menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan pelayanan publik.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut sekaligus mantan Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Dr. Agustinus Panjaitan. Ia melihat purnabakti bukan sebagai akhir pengabdian, melainkan fase baru dalam perjalanan hidup yang tetap harus dijalani dengan nilai-nilai spiritual.

Menurut Agustinus, dalam setiap fase pengabdian, kekuatan doa menjadi penopang utama. Tantangan, tekanan, dan dinamika kerja hanya dapat dilalui dengan keseimbangan antara profesionalisme dan keteguhan batin. Pesan itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian kerja, tetapi juga dari ketenangan hati.

Dalam sambutannya, Yunus Pasodung sendiri memilih kata-kata sederhana. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh rekan kerja dan memohon maaf atas keterbatasan serta kekhilafan selama menjalankan tugas. Sikap ini mencerminkan kesadaran bahwa pengabdian selalu mengandung ruang belajar dan perbaikan.

Kini, ketika masa dinas resmi berakhir, Yunus Pasodung meninggalkan jejak pengabdian yang tidak tercatat dalam angka semata. Ia meninggalkan nilai keteladanan, etos kerja, dan pengalaman yang menjadi bagian dari ingatan kolektif Dishub Sumut.

Purnabakti Yunus Pasodung mengingatkan bahwa menjadi ASN bukan hanya soal masa kerja, tetapi tentang bagaimana menjalani setiap tahun pengabdian dengan integritas dan keikhlasan. Ketika jabatan berakhir, nilai-nilai itulah yang tetap hidup dan diwariskan. (Dedy Hu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *